Tampilkan postingan dengan label Motivation. Tampilkan semua postingan

Suami Yang Baik: Bukan Menahan Diri Tidak Menyakiti Istri Tetapi Sabar Terhadap “Gangguan” Istri


Para  ulama berkata:
ليس حسن الخلق مع المرأة كف الأذى عنها بل احتمال الأذى منها، والحلم على طيشها وغضبها، اقتداءً برسول الله صلى الله عليه وسلم
“Bukanlah termasuk akhlak suami yang baik yaitu hanya menahan diri agar tidak menyakiti istri akan tetapi sabar terhadap “gangguan” dari istri. Lembut menghadapi kekurangan dan kemarahannya. Hal Ini adalah meneladani Rasulullah ﷺ “. (Mukhtashar Minhajul Qashidin 2/12)

Merupakan hal  yang BIASA dan perlu dimaklumi oleh suami jika seorang istri tekadang “menganggu” suaminya (ingat kadang-kadang lho, bukan sering).
  • Misalnya kadang marah-marah atau mengomel dengan tanpa sebab
  • Kadang memberatkan suami atau meminta sesuatu yang bukan pada tempatnya
  • Kadang bersikap seperti kekanak-kanakan dan tidak bijaksana dengan suaminya
  • Kadang mendahulukan perasaan dan emosi dibandingkan akal sehat, sehingga suami terkadang melihat sesuatu yang aneh dan mengganjal
Hal ini memang diakui dalam Islam. Karena wanita itu bengkok, mereka juga dipengaruhi oleh hormon sehingga moody. Mereka diciptakan dengan perasaan yang mendalam dan mudah tersentuh. Ini mempunyai kelemahan dan kelebihan
  • kelemahannya: terkadang mendahulukan perasaan dan emosi dibandingkan akal sehat
  • Kelebihannya: perasaan yang mendalam cocok bagi fitrah istri sebagai ibu bagi anak-anak mereka. Dengan perasaan yang mendalam maka istri bisa sabar mendidik dan membesarkan anak-anak (coba saja para suami, pegang dan bayi anda setengah jam saja, pasti mulai tidak sabar)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ, لَنْ تَسْتَقِيْمَ لَكَ عَلَى طَرِيْقَةٍ, فَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اِسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيْهَا عِوَجٌ, وَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهَا كَسَرْتَهَا وَكَسْرُهَا طَلاَقُهَا
“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya.”(HR. Muslim)

Jadi para suami harus menghadapinya dengan sabar dan lemah lembut, jangan meluruskan yang bengkok dengan paksa sehingga akan mematahkannya.

Perlu suami sadari adalah HAL YANG BIASA jika istri TERAKADANG  “mengganggu” suami. Sehingga Islam mengingatkan kepada para istri agar banyak mensyukuri kebaikan suami dan tidak lupa. Salah satu yang paling banyak memasukkan wanita ke nereka adalah tidak mensyukuri kebaikan suami.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أُرِيْتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ . قِيْلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللهِ ؟ , قال: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ , لَوْ أَحْسَنْتَ إَلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ , ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا, قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْراً قَطُّ
“Telah diperlihatkan neraka kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah wanita, mereka telah kufur (ingkar)!” Ada yang bertanya, “apakah mereka kufur (ingkar) kepada Allah?” Rasullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menjawab, “Tidak, mereka mengingkari (kebaikan) suami. Sekiranya kalian senantiasa berbuat baik kepada salah seorang dari mereka sepanjang hidupnya, lalu ia melihat sesuatu yang tidak berkenan, ia (istri durhaka itu) pasti berkata, “Saya sama sekali tidak pernah melihat kebaikan pada dirimu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi perlu ketenangan dan akal sehat suami untuk menghadapinya. Dihadapi dengan rumus
“Tetap saja suami yang minta maaf”
  • Suami salah, segera suami minta maaf kepada Istri
  • Istri salah, suami membenarkan atau menegur, kemudian suami minta maaf kepada istri (misalnya minta maaf karena kurang perhatian atau kurang bisa mendidik)
Suami harus sadar ini adalah kunci sukses rumah tangga, jika istri sangat berbahagia dengan anda, maka anak anda akan mendapat perhatian dan pendidikan terbaik serta rumah anda akan menjadi yang terbaik.

Sekali lagi Istri seperti ini adalah istri yang BIASA yang harus banyak dimaklumi oleh suami.

Akan tetapi ada istri yang LUAR BIASA, yaitu
-Istri yang malah meminta maaf dahulu kepada suaminya dan mencari ridha suaminya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى
“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380)

-Berusaha menjaga dan menunaikan hak suami karena suami adalah pinta menuju surga atau neraka bagi istri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ كُنْتُ آمُرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
“Sekiranya aku memerintahkan seseorang untuk sujud kepada lainnya, niscaya akan kuperintahkan seorang istri sujud kepada suaminya” . (HR. At-Tirmidziy , shahih Al-Irwa’ 1998)

-Berusaha mensyukuri kebaikan suami dan tidak melupakan sama sekali
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِيْ عَنْهُ
“Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak mau berterima kasih atas kebaikan suaminya padahal ia selalu butuh kepada suaminya” .[HR. An-Nasa’i, shahih, Ash-Shohihah 289)

Perlu para istri ketahui, Bukanlah maksud syariat Islam memerintahkan agar istri lebih rendah dari suami tetapi semua orang sudah tahu bahwa psikologis suami pasti ingin dihormati dan dipatuhi. Jika suami sudah merasa dihormati oleh istri, maka suami yang berjiwa hanif pasti akan sangat sayang kepada Istrinya.

Demikian semoga bermanfaat dan semoga kami bisa menerapkan ilmu ini.

@perpus FK UGM, Yogyakarta tercinta

Sabtu, 07 Juli 2018
Posted by Unknown

Cara Mudah Wanita (Yang Sudah Menikah Lho ) Mendapatkan Pahala Yang Melimpah


Yaitu wanita mendukung para suaminya untuk menuntut ilmu, beribadah dan berdakwah.Bersabar jika sering ditinggal. Maka pahalanya sama dengan pahala yang didapatkan oleh suaminya jika ia benar-benar berbakti yang membuat ridha suaminya.
Jadi pahala dakwah suami, pahala suami mencari nafkah dan lain-lain, ia juga dapatkan ditambah juga dengan pahala mendidik anak
Perhatikan hadist tentang Asma’ binti Yazid Al-Anshariyah radhiallahu ‘anha,
أنها أتت النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وهو بين أصحابه، فقالت: بأبي وأمي أنت يا رسول الله، أنا وافدة النساء إليك، إن الله عَزَّ وَجَلَّ بعثك إلى الرجال والنساء كافة، فآمنا بك وبإلاهك، وإنا معشر النساء محصورات مقصورات، قواعد بيوتكم، ومقضى شهواتكم، وحاملات أولادكم.
وإنكم معشر الرجال فضلتم علينا بالجمع والجماعات، وعيادة المرضى، وشهود الجنائز، والحج بعد الحج، وأفضل من ذلك الجهاد في سبيل الله عَزَّ وَجَلَّ وإن الرجل إذا خرج حاجا أو معتمرا أو مجاهدا، حفظنا لكم أموالكم، وغزلنا أثوابكم، وربينا لكم أولادكم، أفما نشارككم في هذا الأجر والخير؟
“bahwa dia mendatangi Rasulullah, sementara beliau sedang duduk di antara para sahabatnya. Asma’ berkata, “Aku korbankan bapak dan ibuku demi dirimu ya Rasulullah. Saya adalah utusan para wanita di belakangku kepadamu. Sesungguhnya Allah mengutusmu kepada seluruh laki-laki dan wanita, maka mereka beriman kepadamu dan kepada Tuhanmu. Kami para wanita selalu dalam keterbatasan, sebagai penjaga rumah, tempat menyalurkan hasrat dan mengandung anak-anak kalian, sementara kalian – kaum laki-laki – mengungguli kami dengan shalat Jum’at, shalat berjamaah, menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, berhaji setelah sebelumnya sudah berhaji dan yang lebih utama dari itu adalah jihad fi sabilillah. Jika salah seorang dari kalian pergi haji atau umrah atau jihad maka kamilah yang menjaga harta kalian, yang menenun pakaian kalian, yang mendidik anak-anak kalian. Bisakah kami menikmati pahala dan kebaikan ini sama seperti kalian?”
فالتفت النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إلى أصحابه بوجهه كله، ثم قال: ” هل سمعتم مقالة امرأة قط أحسن من مساءلتها في أمر دينها من هذه؟ ” فقالوا: يا رسول الله، ما ظننا أن امرأة تهتدي إلى مثل هذا.
Nabi memandang para sahabat dengan seluruh wajahnya. Kemudian beliau bersabda, “Apakah kalian pernah mendengar ucapan seorang wanita yang lebih baik pertanyaannya tentang urusan agamanya daripada wanita ini?” mereka menjawab, “Ya Rasulullah, kami tidak pernah menyangka ada wanita yang bisa bertanya seperti dia.”
فالتفت النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إليها فقال: ” افهمي أيتها المرأة، وأعلمي من خلفك من النساء، أن حسن تبعل المرأة لزوجها وطلبها مرضاته، واتباعها موافقته، يعدل ذلك كله “.فانصرفت المرأة وهي تهلل
Nabi menengok kepadanya dan bersabda, “Pahamilah wahai ibu. Dan beritahu para wanita di belakangmu bahwa ketaatan istri kepada suaminya, usahanya untuk memperoleh ridhanya dan kepatuhannya terhadap keinginannya menyamai semua itu.” Wanita itu berlalu dengan wajah berseri-seri. [Usudul Ghaayah fi ma’rifatis shahabah 7/17, Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, Cet. Ke1, 1415 H. Asy-Syamilah]

Hendaknya istri mendukung suami dalam ilmu, amal dan dakwah
Sudah menjadi fitrah bahwa tugas istri adalah mendukung suaminya dalam kehidupannya. Lebih-lebih dalam memperjuangkan agama ini, mendukung suaminya dalam menuntut ilmu agama, mengamalkan ilmunya dan mendukung dalam dakwah.

Hal ini sesuai dengan fitrah wanita dan didukung juga oleh syariat, karena wanita tidak dibebankan amal sebanyak amalan laki-laki seperti jihad, berbakti kepada orang tua dan dakwah. Dan ini sesuai dengan kodrat wanita yang lebih lemah baik fisik dan mentalnya di banding laki-laki. Dalam hadits dijelaskan bahwa wanita cukup melakukan empat hal saja untuk masuksurga dari pintu mana saja, padahal untuk masuk surga dari pinta mana saja, memerlukan kesungguhan yang sangat tinggi. Salah satu empat hal tersebut adalah mentaati suaminya yaitu bisa merupa mendukungnya dalam dakwah adalah mencari ridha suaminya maka ia bisa masuk surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا صَلَتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ
“Apabila seorang wanita [1] mengerjakan shalat lima waktunya, [2] mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, [3] menjaga kemaluannya dan [4] menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan.” (HR. Ibnu Hibban. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir, no. 660.)

Bahkan begitu harus taatnya dalam kebaikan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
لَوْ كُنْتُ آمِرًا لِأَحَدٍ أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
“Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.” [HR. At-Tirmidzi no. 1159, berkata Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, “Hasan Shahih.”]

Bentuk dukungan bisa berupa:
-jika suami sedang belajar di rumah, maka berusaha agar tidak “mengganggu” suami dan menjaga anak-anak agar tidak menyibukkan ayahnya.
-ridha jika suami sering keluar untuk keperluan ilmu dan dakwah dan meninggalkannya.
-tidak terlalu sering sekali protes jika suami sering meninggalkannya untuk hal-hal kebaikan, karena akan membuat suami tidak konsentrasi berdakwah di luar, karena suami yang bertanggung jawab maka ia juga akan memikirkan apa yang menjadi keinginan dan “uneg-uneg” istrinya.

Maka ungkapan “Dibalik laki-laki yang hebat ada wanita yang hebat” adalah ungkapan yang benar.
Demikian semoga bermanfaat

@Gedung Radiopoetro, FK UGM,  Yogyakarta tercinta


Wanita Berhijab dan Perhiasan Malu


Ada yang berkata:
Sebelum kenal sunnah, aku kira cadar itu teroris
setelah kenal sunnah, aku yakin cadar itu sunnah
setelah kenal instagram, aku lihat belum tentu yang bercadar mengenal sunnah sepenuhnya 

Maksud dari orang yang berkata di atas adalah mulai banyaknya oknum wanita yang berjilbab lebar dan bahkan bercadar, akan tetapi sering selfie dan upload foto mereka dengan jilbab lebar dan cadar di sosial media. Selfie dan video tersebut dengan gaya centil bahkan berlenggak-lenggok layaknya biduanita yang tidak kenal malu. Mereka sangat ingin eksis dan diperhatikan oleh manusia dengan cara yang tidak diperkenankan syariat.

Fungsi jilbab dan cadar adalah menutupi sebisa mungkin para wanita dari laki-laki, akan tetapi di sosial media laki-laki sangat mudah melihat.

Salah satu sunnah yang perlu diperhatikan oleh para wanita adalah wanita itu RASA MALU. Bukan maksudnya para wanita “malu-maluin” atau “malu yang terkungkung” dan tidak bisa berkreasi dan tidak bisa memberikan sumbangsih pada umat, akan tetapi malu yang menjaga kehormatannya.

Perhatikan bagaimana rasa malu wanita beriman di zaman dahulu. Ketika dua orang wanita di zaman Nabi Musa, dibantu oleh Nabi Musa untuk memberikan minuman pada ternak yang dibawa oleh dua wanita tersebut (karena ayah mereka sedang lemah, sehingga kedua wanita tersebut terpaksa yang mengembalakan ternak).

Kedua wanita itu tidak bisa berdesak-desakan dengan laki-laki untuk memberikan minum ternak pada satu sumber air. Akhirnya dibantu oleh Nabi Musa, kemudian kedua wanita itu kembali kepada nabi Musa untuk memberitahukan bahwa ayah mereka berdua ingin membalas kebaikan nabi Musa. Mereka berdua malu ketika akan berbicara dan datang kepada nabi Musa.

Allah berfirman,

ﻓَﺠَﺎﺀَﺗْﻪُ ﺇِﺣْﺪَﺍﻫُﻤَﺎ ﺗَﻤْﺸِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺍﺳْﺘِﺤْﻴَﺎﺀٍ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﺇِﻥَّ ﺃَﺑِﻲ ﻳَﺪْﻋُﻮﻙَ ﻟِﻴَﺠْﺰِﻳَﻚَ ﺃَﺟْﺮَ ﻣَﺎ ﺳَﻘَﻴْﺖَ ﻟَﻨَﺎ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺟَﺎﺀَﻩُ ﻭَﻗَﺺَّ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻘَﺼَﺺَ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﺎ ﺗَﺨَﻒْ ﻧَﺠَﻮْﺕَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ

“ Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan PENUH RASA MALU, ia berkata, ‘Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami .’” (Al Qashash : 25). 

Karena malu, wanita tersebut menutup wajahnya. Umar bin Khattab mengatakan,

مستترة بكمّ درعها, أو بكمّ قميصها

“Gadis tersebut menutupi (wajahnya) dengan kain lengan baju atau dengan gamisnya.” (Tafsir At-Thabari)

Wahai para muslimah, kenakan rasa malu sebagai bentuk penjagaan terhadap kehormatanmu. Jangan sampai terkena sindiran “Jika tidak malu, berbuatlah sesukamu”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﻟَﻢْ ﺗَﺴْﺘَﺤْﻲِ ؛ ﻓَﺎﺻْﻨَﻊْ ﻣَﺎ ﺷِﺌْﺖَ 

“Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.” [HR. Bukhari]



Penyusun: Ustadz Raehanul Bahrean

Sumber

Cita-cita dan Harapan

Cita-cita dan Harapan

Well You Know?? Cita-cita adalah kebutuhan setiap orang tanpa mereka sadari maupun yang mereka sadari. Mungkin definisi cita-cita menurut kebanyakan orang adalah “Ingin menjadi apa dan meraih apa kedepannya nanti?”. Cita-cita bisa berarti keinginan, keinginan disini berarti sesuatu yang belum pernah didapatkan, diraih dan dirasakan.

Kata cita-cita sering didengungkan pada saat kita kecil, yaa saat kita kecil. Mungkin pada saat orang tua kalian bertanya “Kamu ingin menjadi apa kalau sudah besar nanti?”. Yaa seperti yang kita tau, anak-anak pada umumnya pasti menjawab ingin menjadi dokter, polisi, menjadi orang kaya, presiden dan orang sukses, hehe. Orang sukses? Kata yang ambigu yang bisa berarti sukses gagalnya atau sukses jadi orang sukses yang sukses gagalnya? Bingung yaa? Yaa saya juga bingung, haha.

Cita-cita pertama yang saya ingat betul adalah ingin menjadi “A Soldier”. Kenapa nulisnya pakai Bahasa Inggris ya? Hehe. Pertanyaan “What is your Ambission?” salah satu pertanyaan kaku saat belajar bahasa inggris yang dilontarkan ke saya oleh Guru favorit pada saat menjadi Murid SMP N 2 pariaman yaitu Ibu Uli (Lupa nama kepanjangannya apa, hehe). Lanjut ke cita-cita, kenapa ingin menjadi  seorang Tentara? Karena mereka berani? Atau mereka keren? Sebenarnya alasan saya ingin menjadi tentara saat itu karena pengen menjadi Presiden. Banyak pemimpin negera yang berasal dari pihak militer, karena mereka berkuasa dan bertangan dingin (bukan bertangan besi atau diktator). Dalam urusan keamanan negara mereka lebih terampil dalam menerapkannya dan pihak sipil.

Tahun demi tahun, akhirnya pelajaran dan pertanyaan yang sama pada saat SMP didengungkan kembali di SMA yaitu pada saat pelajaran Bahasa Indonesia, disini ibu gurunya menyuruh masing-masing siswa membuat dan menuliskan cita-cita dalam riwayat hidup seolah-olah kita berada saat cita-cita itu sudah dicapai. Disitu saya menulis ingin menjadi dan sudah menjadi seorang ahli pesawat terbang seperti Bapak B.J Habibie. Di tugas riwayat hidup itu saya menuliskan dengan siapa saya menikah dimasa depan nanti, haha. Konyol dan memalukan ketika kertas tugas saya tersebut diambil dan dibacakan oleh teman didepan kelas dengan suara yang lantang, mereka tertawa, mengejek serta menggoda tentang siapa nama wanita yang saya tulis di kerta tersebut. Lalu saya jawab “Mungkin suatu saat nanti kalian akan ku undang di pesta pernikahanku nanti” sambil tertawa geli, haha.

Setahun setelah itu, kami dan seangkatan mulai menghadapi yang namanya Ujian Seleksi Perguruan Tinggi atau nama resminya SNMPTN yang melalu Undangan dan SBMPTN yang melalui ujian tertulis. Bulan-bulan itu kami disibukkan tentang jurusan apa yang akan diambil dan dimasukkan pada saat seleksi nanti. Hari demi hari saya mulai mencari informasi tentang jurusan dan bidang ilmu apa yang akan dibutuhkkan dimasa yang mendatang nanti. Sebenarnya banyak sih bidang ilmu yang akan dibutuhkan sekarang dan masa depan nanti, tapi yang menbuat perhatian saya dialihkan ke salah satu judul artikel yang berjudul “Apa itu nanoteknologi?”. Nanoteknologi salah satu bidang keilmuan yang cukup membuat saya tergiur dan terpesona pada saat itu, dan sampai sekarang. Berkat nanoteknologi ini (jika berhasil diterapkan nanti) manusia akan bisa hidup tanpa penyakit dan menghambat penuaan hingga mencapai 100 tahun yang diterapkan pada robot nano atau nanobot yang berukuran nano. Robot tersebut ditransfusikan kedalan sel-sel didalam tubuh, mereka bisa meregenerasikan sel-sel yang rusak, menghancurkan sel-sel kanker, virus, kuman dan banyak lagi. Dibidang material teknologi bisa membuat Baja dan bahan logam lainnya sekeras intan, seringan dan selentur polimer.

Hari demi hari saya habiskan waktu membaca dan mendengarkan cerita dari orang-orang yang mencapai titik puncak cita-cita kecil mereka. Ada sukses dengan urusan sosial mereka dengan menjadi backpacker, semi backpacker, solo backpacker dan sejenisnya. Mereka suskes dengan bahasa dan kepedulian mereka, disini saya mulai terkompor untuk menjadi menjadi pengelana serta ahli nanoteknologi? Cita-cita yang absurb memang, hehe. Cita-cita bukan sesuatu yang ingin didapatkan tapi bisa juga sesuatu yang ingin dirasakan, walaupun aktivitas semu dan bersifat sementara tapi meninggalkan kenangan yang membekas selamanya. Dan mulai saat itu saya mulai tertarik mempelajari bahasa asing selain bahasa inggirs, saya mempelajari bahasa Jerman, Jepang, Spanyol, Prancis, Arab dan sekarang sedang menekuni Rusia. Ada sebuah kata bijak “Bahasalah yang mempersatukan kita, kita yang diacuhkan dan kita yang mengacuhkan sesama”.


Beberapa bulan yang lalu, saya dengan teman lama dibangku sekolah dulu, mulai merencakan kemana dan apa yang akan kita lakukan dinegeri seberang yang tidak bisa kita bayangkan. Melihat indahnya mata gadis-gadis pasthun Afghanistan, merasakan ramahnya orang-orang yang tinggal dinegeri yang yang namanya diakhiri dengan kata –stan, serta melihat keberagaman ras dan suku yang telah Tuhan ciptakan di negeri yang indah dan menarik hati tersebut.
Selasa, 07 Juli 2015
Posted by Unknown

Hal-Hal Baik yang Bisa Kamu Rasakan Hanya Ketika Tidak Punya Uang

Uang memang memegang peranan penting dalam hidup kita. Tanpa uang, kamu tidak bisa makan, membayar kuliah, atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar yang lainnya. Sayangnya, kita tidak selalu bisa punya uang lebih. Apalagi saat akhir bulan. Kalau sudah memasuki masa-masa ini, kamu hanya bisa bingung memikirkan bagaimana akan melanjutkan hidupmu — dari mulai makan hingga masalah mengisi bensin.

Tidak memiliki uang memang sulit. Tapi, saat-saat “prihatin” ini juga bisa jadi pengalaman berharga untukmu. Ada lho keuntungan-keuntungan yang hanya bisa kamu dapatkan ketika kamu tak punya banyak uang. Apa saja sih keuntungan tersebut?

1. Karena Tak Banyak Yang Kamu Punya, Kamu Akan Dipaksa Merasa Cukup dengan Apa Yang Sudah Ada

Menikmati kecukupanmu
Menikmati kecukupanmu via huffingtonpost.com

Saat kamu punya banyak uang, akan susah bagimu untuk merasa puas. Rasanya ingin selalu membeli barang-barang baru dengan uangmu, bahkan kalau barang itu sebenarnya tak kamu butuhkan.
Maka dari itu, ada kalanya kamu perlu bersyukur saat tabunganmu sedang tipis. Karena tidak memiliki banyak uang, perlahan kamu mulai bisa menahan hasratmu untuk terus membeli barang. Kamu hanya akan mengeluarkan uang untuk sesuatu yang benar-benar penting. Ketika akhirnya rezeki baru datang menghampiri, kamu pun akan sangat menikmati kesempatan baru yang kamu punya untuk memanjakan diri.

2. Dengan dompet yang tipis, kamu diingatkan bahwa kebahagiaan justru berasal dari hal-hal sederhana

Teman-teman juga sumber kebahagiaan
Teman-teman juga sumber kebahagiaan via bananahkim.wordpress.com

Saat memiliki uang, kebahagiaan seperti mudah untuk didapatkan. Kamu bisa berbelanja, menonton konser artis idola, atau pergi berplesir ke luar kota. Memang, dengan melakukan hal-hal tersebut, stres dan penat seperti “lewat”. Tetapi, bagaimana jika uang itu tidak ada?

Tipisnya dompet membuatmu sadar bahwa untuk bahagia, kamu tidak harus mengeluarkan dana. Kebahagiaan juga bisa kamu dapat melalui hal-hal kecil yang selama ini ada di sekitarmu: curhat sepanjang malam dengan sahabat, menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, atau sekadar membaca buku yang kamu suka.

Kamu tidak perlu ke mana-mana, tidak perlu juga membuang banyak tenaga. Kebahagiaan selalu ada, bahkan dari hal-hal kecil yang tidak pernah kamu duga. Dan hal-hal kecil di sekitarmu itulah yang akan selalu jadi pengingat bahwa bahagia itu sederhana.

3. Kamu Pun Akan Belajar Menikmati Kegiatan yang Biasanya Tak Kamu Suka

Menyenangkan diri dengan kegiatan sederhana
Menyenangkan diri dengan kegiatan sederhana via wikimedia.org

Memanjakan diri tidak selalu harus pergi ke salon, berbelanja baju baru, atau menambah koleksi action figure di lemarimu. Dengan tidak tersedianya uang yang banyak di dompetmu, kamu pun belajar untuk memanjakan diri dengan kegiatan-kegiatan sederhana, tanpa perlu mengosongkan dompet atau tabunganmu.

Kamu yang tadinya harus menonton film di bioskop, sekarang mulai belajar untuk menikmati serunya menonton hanya dari laptop. Dulu kamu yang wajib membeli buku setiap minggu, tetapi saat ini lebih memilih menghabiskan waktu di perpustakaan. Kamu tidak lagi ngoyo untuk memanjakan diri dengan hal-hal yang harus dibeli. Kamu sadar, dengan kegiatan yang sederhana kamu pun bisa mendapat kesenangan yang serupa.

4. Membeli Barang Tak Bermerek Pun Tidak Masalah, Selama Fungsinya Serupa

Daripada beli barang di toko bermerek, kamu akan memilih garage sale
Daripada beli barang di toko bermerek, kamu akan memilih garage sale via shoppingmagz.com

Harga mahal bukan berarti jaminan. Biasanya, harga barang menjadi mahal karena diproduksi oleh merek ternama, padahal kualitas dan fungsi yang dimilikinya sama saja. Ketika memiliki uang, kamu sering terkecoh mengenai hal ini dan akhirnya menghabiskan uang lebih banyak untuk barang yang sebenarnya sama saja.

Namun saat uangmu menipis, kamu tidak lagi ragu untuk membeli tisu atau sabun mandi yang memiliki harga lebih murah. Kamu juga tidak lagi merasa gengsi untuk membeli baju di toko-toko yang selama ini kamu sangsikan. Kamu sadar bahwa tidak selamanya harga akan menentukan kualitas. Dengan pencarian yang jeli, kamu pun bisa mendapat barang dengan fungsi serupa tapi memiliki harga yang jauh lebih murah.

5. Di Saat Kamu Memiliki Uang Lagi, Kamu Akan Lebih Menghargainya

Kamu lebih bijak menggunakan uang
Kamu lebih bijak menggunakan uang via www.aceshowbiz.com
Walaupun banyak hal sederhana yang tetap bisa membuatmu bahagia saat tabunganmu menipis, kamu tetap menyadari bahwa uang itu memegang posisi penting di kehidupanmu. Kamu tetap harus membeli makan, memenuhi kebutuhan bulanan, hingga membayar kontrakan. Namun, yang berbeda adalah saat ini kamu lebih menghargai keberadaan uang tersebut dan tidak menghabiskan dengan seenaknya.
Kamu lebih bijak dalam menggunakan uangmu. Kamu tidak lagi asal membeli barang tanpa melihat fungsi dan urgensi kebutuhannya. Uang yang kamu miliki benar-benar dihemat. Kamu sudah tahu bagaimana sulitnya memenuhi kebutuhan karena uangmu sudah keburu habis di awal.

6. Kamu Pun Jadi Menyadari Bahwa Menabung Itu Untuk Kebaikanmu Sendiri

Menabung itu penting
Menabung itu penting via ella-mode-fashion.blogspot.com

Pernah merasakan tabunganmu begitu tipis tidak hanya membuat kamu menjadi lebih bijak dan hemat, tetapi juga sadar bahwa menabung itu penting. Kamu tidak akan tahu apabila di depan nanti, kamu akan membutuhkan uang dalam jumlah besar. Dengan menabung, kamu akan selalu memiliki uang cadangan yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk keperluan mendesak.

Nah, bagaimana? Dompet kosong tidak selamanya bikin melompong, ‘kan? Sudah, jangan sedih! Masih banyak kok yang bisa kita lakukan!

Selasa, 30 Desember 2014
Posted by Unknown

Translate

You're The Reader to :

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Comments

- Copyright © Kun Salafiyyan 'Alal Jaddah -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -